Benarkah Pasien BPJS Tidak Dihargai Rumah Sakit?

Pelayanan bpjs mengecewakan
“Pasien BPJS memangnya tidak pernah dihargai rumah sakit?” kalimat itu sering saya dengan dari beberapa orang. Awalnya sih saya tidak percaya, sebab selama ini saya menggunakan BPJS baik-baik saja meskipun hanya berobat jalan. Kalau mau tahu pengalaman Saya merujuk Bapak Saya dari Klinik ke rumah sakit silahkan baca : Persyaratan Rujukan BPJS Ke Rumah Sakit

namun kali ini Saya sedikit percaya, sebab baru saja Saya mengalaminya. hal ini terjadi pada adik ipar Saya. Pada saat itu adik ipar Saya tengah sakit dan harus dirawat di rumah sakit karena kondisinya memag sudah memprihatinkan.

Karena adik ipar saya ini terdaftar di BPJS kelas satu, maka tidak pikir panjang lagi Saya langsung membawanya ke Rumah Sakit dengan surat rujukan dari BPJS. namun malang nian saat Saya bawa ke Rumah sakit tidak ada satu pun rumah sakit yang maqu menerimanya dengan alasan Kamar penuh. bahkan dengan kesal akhirnya hampir semua Rumah Sakit yang ada di Jakarta timur dan bekasi di datangi, tapi tak ada satu pun rumah sakit yang mau menerimanya dengan alasan yang sama “KAMAR PENUH!’

Saya heran, kok semua Rumah sakit bisa serempak kamarnya penuh?! menurut Saya ini sungguh aneh bin ajaib. Kalau tahu begini lebih baik bayar iuran ke Asuransi Kesehatan swasta yang lebih profesional.

Karena sudah kasihan dengan kondisi adik ipar yang sudah cukup memprihatinkan, akhirnya Saya membawanya ke Rumah Sakit TANPA RUJUKAN BPJS, meskipun biayanya cukup mahal tapi yang penting nyawa orang menurut Saya lebih penting.

Yang jadi pertanyaannya BAYAR BPJS TIAP BULAN BUAT APA? kalau ujung-ujungnya Saya membawa pasien BPJS ke rumah sakit tanpa menggunakan BPJS. Entah ini salah BPJS yang membayar ke rumah sakitnya sangat murah atau Rumah sakit yang enggan menampung pasien BPJS. yang pasti hal ini membuat rugi adik Saya. Dia tidak pernah telat untuk membayar iuran BPJS tiap bulannya tapi tidak merasakan fasilitas yang didapatkan sebagai anggota BPJS. Dan pada akhirnya Kami harus mengeluarkan uang juga jutaan rupiah untuk perawatan di rumah sakit.

Pantas saja ada beberapa ulama dan kiyai yang mengatakan BPJS itu haram, wong dari sini saja sudah kelihatan kalau pasien BPJS tidak pernah dihargai oleh pihak Rumah Sakit.

Harapan Saya semoga BPJS dan pemerintah lebih tegas terhadap Rumah sakit yang enggan memberikan pelayan terhadap pasien BPJS. BPJS jangan hanya mau ambil untungnya saja namun juga harus memperhatikan rumah sakit yang jadi rujukan dan pasien dibawahnya.

Itulah pengalaman pahit saya mengenai BPJS, semoga para pembaca bisa mengambil hikmah dari kejadian yang Saya alami ini.

Silahkan Komentarnya Sob